☰ MENU
Home > > Penyebab busi motor sering mati

Penyebab busi motor sering mati

Penyebab Busi Motor Sering Mati dan Cara Membacanya


Busi merupakan salah satu komponen vital dalam rangkaian sistem pengapian kendaraan bermotor. Jika busi mulai bermasalah atau rusak, performa mesin akan langsung terasa tidak stabil dan sangat tidak nyaman saat digunakan.

Kenali Ciri-Ciri Busi Mulai Rusak

Busi yang sudah tidak sehat biasanya menunjukkan gejala pada proses awal penghidupan mesin:

  • Sulit Dihidupkan: Terutama saat mesin masih dalam kondisi dingin.
  • Suara Meletup: Ketika mesin sudah panas, sering terdengar suara letupan atau ledakan keras dari knalpot (nembak).
  • Gas Berat: Motor terasa "brebet" saat ditarik gas dan sulit mendapatkan langsam (RPM rendah) yang stabil.

Hal ini terjadi karena busi sudah tidak mampu menghasilkan bunga api yang cukup kuat untuk membakar campuran bensin dan udara di ruang kompresi secara sempurna.


Beberapa Faktor Penyebab Busi Sering Mati

  1. Setelan Karburator Terlalu Boros: Campuran bensin yang terlalu banyak membuat busi basah dan cepat kotor.
  2. Spul Lemah: Pada sistem pengapian AC, spul yang lemah tidak bisa menyuplai arus yang kuat ke CDI dan busi.
  3. Busi Palsu: Banyaknya busi "abal-abal" di pasaran yang kualitas materialnya buruk sehingga cepat mati.
  4. Pembakaran Tidak Sempurna: Sisa kerak karbon yang menempel pada ujung busi akan mematikan percikan api.
Solusi: Jika busi sering mati akibat setelan karburator, cobalah untuk mengembalikan ukuran spuyer (Main Jet & Pilot Jet) ke ukuran standar pabrikan untuk mendapatkan pembakaran yang pas.

Cara Membaca Warna Ujung Busi

Kita bisa mendiagnosa kondisi mesin hanya dengan melihat warna pada ujung elektroda busi:


Warna Ujung Busi Kondisi Mesin
Hitam PekatSetelan Karburator terlalu Boros.
Putih BersihSetelan Karburator terlalu Irit (Mesin cepat panas).
Cokelat BataSetelan Tepat / Sempurna.

Sementara ini dulu ya lur.. semoga informasi seputar busi ini bermanfaat. Teruslah bereksperimen dan tetap semangat belajar secara otodidak!

Salam Otodidak


« Artikel Terbaru
Artikel Lama »