Fungsi aki pada kendaraan motor
Aki atau Accumulator memiliki peran yang sangat vital pada kendaraan, baik motor maupun mobil. Sebagai pusat penyimpanan energi listrik, aki memastikan seluruh komponen elektronik pada motor dapat bekerja dengan maksimal.
Fungsi Utama Aki Motor
Secara umum, aki memiliki beberapa fungsi utama yang tidak bisa digantikan oleh komponen lain:
- Menghidupkan Mesin: Menyediakan arus listrik untuk starter motor agar mesin bisa menyala.
- Menstabilkan Tegangan: Mengatur arus listrik agar tetap stabil sesuai kebutuhan komponen elektronik motor.
- Sistem Pengapian: Pada motor sistem pengapian DC, aki menyuplai arus ke koil untuk memantik busi.
- Penerangan dan Aksesoris: Menyuplai daya untuk lampu, klakson, hingga speedometer saat mesin belum hidup atau putaran mesin rendah.
Tips Agar Aki Awet dan Tahan Lama
Banyak pengguna motor mengeluhkan aki cepat soak. Agar aki Anda tetap awet, lakukan langkah sederhana berikut:
- Cek Air Aki: Untuk aki tipe basah, rutinlah mengecek ketinggian airnya agar sel aki tidak rusak.
- Cek Jalur Sekring: Pastikan sekring pengisian tidak putus. Jika sekring bermasalah, arus dari spul tidak akan masuk ke aki (aki tidak terisi daya).
- Bersihkan Terminal: Pastikan kutub positif dan negatif bersih dari jamur atau karat agar koneksi tetap maksimal.
- Ganti Secara Berkala: Umumnya aki memiliki masa pakai 2-3 tahun, segera ganti jika performa mulai menurun.
Waspada! Ciri-ciri Aki Mulai Lemah
Jangan tunggu sampai mogok di jalan. Kenali tanda-tanda aki yang sudah minta ganti:
- Mesin sulit dihidupkan (starter terasa berat).
- Sorot lampu meredup saat mesin stasioner.
- Suara klakson tidak senyaring biasanya.
- Tegangan listrik tidak stabil yang menyebabkan motor sering mati mendadak.
Untuk menambah wawasan seputar kelistrikan, Anda juga bisa membaca artikel lain tentang belajar otomotif agar lebih paham cara menangani kendala teknis pada motor kesayangan.
Semoga bermanfaat, salam belajar dan tetap semangat!
Artikel oleh ABM — Panduan teknis